Kamis, 21 Mei 2009

Kemarau Hati

kemarau musim lagi muncul
semu jejak daun ditiap ranting kering
berdiri tapi payah

kering-kering gemerisik
gesekan daun-daun yang haus
bauran debu dan angin
ditengah terik matahari
menyisahkan luka ditiap permukaan tubuhku

sekarang musuhku matahari
teriknya tlah menjamah ubunku
memusingkan kepala
mengaburkan pandangku
ditengah kekosongan ruang jiwa
matahari itu menyakitkan dengan bangga

itulah yang kurasakan
kemarau hati dikemarau musim
kering dan menyakitkan..

surabaya 20 maret 09_3as